Latest Entries »

Kosong

Pekat itu menghitam hingga rupanya tak dapat kau lihat, goresannya tajam dan tak mungkin hilang. Kadang pekat itu ada untuk mengingatkanmu bahwa selalu ada warna dalam setiap kertas hidupmu untuk menghiasinya menjadi suatu bentuk yang mungkin absurd namun berharga.

Sekarang pekat itu sudah hilang.. puas?

Tidak.. ada hal lain sesudah pekat seperti menunggu gilirannya untuk dinikmati.

Ada kosong disini..

Kosong itu tak berhati, jiwamu sepi, hasrat mati suri, seperti mumi tanpa ambisi.

Apa ini yang kau cari?

Bukan ini harapanmu.. mengapa jadi begini?

Naif

Lidah itu berkata-kata dengan tajam, seperti hendak menghunus jantungmu hingga denyutnya berdetak dalam kepalan kejam. Memorimu kembali pada rangkaian kejadian masa lalu dimana pengetahuanmu terbatasi banyak situasi yang tak kau hadiri dan matamu tertutup dengki , hingga timpang itu bersaksi.

Serentetan kalimat dosa tanpa berkat itu membuncah keluar dari mulutnya seolah ia tau segalanya yang terjadi. Namun tak peduli seburuk apapun dosa itu, kepercayaan ini berbicara dengan naifnya. Waktu yang memberimu kesempatan untuk mengenalinya sepanjang umurmu ada. Cukupkan kau kenal kebaikannya dengan sukacita dan tak ingin lagi kau tau sisanya.

pejamkan mata dan rasakan sakitnya, kemudian nikmati rasa percaya itu tumbuh dan berbuah menjadi pohon keyakinan untuk menaungi hatimu dari teriknya sengatan panas yang hanya ingin mematikan akar pohonmu. Tutup telingamu, tak usah kau dengar apapun hal yang tak memberkatimu apapun. Sudah? Jangan lupa setelah itu buat definisi dari tema ceritamu sendiri.

Iman itu tentang kepercayaan akan suatu hal yang meski belum tentu kau tau kebenarannya namun kau bisa pastikan keyakinanmu tak ingin beranjak dari levelnya. Iman itu cinta. Indah bukan?
 

My Birthday is my Mother’s day

Tujuan utama kami sebenarnya adalah Wat Pho, patung berbaring Budha sepanjang 46m dengan tinggi 15m dan terbuat dari emas itu sungguh sangat menarik perhatian kami. Namun sayang, wat itu baru bisa dikunjungi setelah jam makan siang. Karena masih pagi, kamipun akhirnya menyewa tuktuk untuk berkeliling seputar wilayah Rattanakosin. Akhirnya berdasarkan petunjuk penduduk lokal, kamipun dibawa si supir tuktuk mengunjungi 4 tempat dan salah satunya adalah Wat Prayoon. Konon katanya dulu, disini terdapat ratusan kura-kura dan orang banyak memberi makan kura-kura agar mendapat berkah umur panjang, orang Thailand percaya bahwa kura-kura adalah simbol untuk umur panjang.

Ketika mamasuki wilayah dalam Wat Prayoon dimana didalamnya terdapat banyak replika rumah-rumahan adat Thailand, saya bertemu dia, seorang pria setengah baya yang mengaku bernama Bob. Bob sangatlah ramah, ia menyuruh saya datang menghampirinya untuk melihat banyak kura-kura di kolam dalam bahasa Thailand, ketika dia sadar bahwa saya bukanlah orang Thailand, ia kemudian mulai bercerita panjang lebar tentang hidupnya dalam bahasa Inggris.

Entah dimulai dari mana, Bob kemudian bercerita tentang ibunya dan hari ulang tahunnya. Ia bertanya pada saya apakah saya selalu berpesta tiap kali saya berulangtahun? Menghabiskan uang untuk menjamu banyak teman? Tanpa sempat menjawab, Bob memotong potongan kata yang baru sedikit keluar dari mulut saya, katanya:

Your birthday is your Mother’s day..

You live in her womb for 9 months, she protected you inside her, she hold your body and took you wherever she goes, sometimes you were naughty and kick your mom from inside, she only can feel you then laugh. She let so much pain hurt her while fighting for you to life. And now, you’re having party with your friends without praying or be grateful for life that God has given through your mom?  remember that she bet her life just for you.

Seorang ibu mengandungmu selama 9 bulan, menjagamu dalam kandungan dalam tubuhnya, membawamu kemanapun ia pergi. Kadang kau nakal kemudian menendang perut ibumu, ia hanya bisa merasa sakitnya kemudian tertawa senang. Ia rela dihujam sakit saat memperjuangkan nyawamu keluar dari amnion itu dan lahir ke dunia. Sekarang kau berpesta dengan teman-temanmu tanpa mendoakan atau mengucap syukur atas hidup yang Tuhan berikan lewat ibumu? Ingatlah jika saat itu ibumu memperjuangkanmu dan mengorbankan hidupnya sebagai taruhan.

 No matter how many friends you got who saying love to you, they still won’t stand for your problems over and over, only mom with her affection, never complained for your sins towards her.

Filosofi Bob unik, sepertinya berfikir diluar kotak yang biasanya manusia lain pikirkan. Ulangtahun bukanlah tentang pesta atau perayaan besar. Itu lebih dari sesederhana ucapan syukurmu atas ibu dan hidup dari sang pencipta untukmu menikmati hari-hari.

Berdoa dan bersyukurlah, Ruth.. (make you mom proud of you)

2011 Journey

Januari 2011

Sorong, Papua

Merupakan kunjungan kedua saya setelah sebelumnya pada Bulan Oktober 2010 lalu saya secara perdana menginjakan kaki ke Kota Minyak, Papua ini. Kesan yang sama masih tetap menyenangkan, meskipun panas, tapi saya masih tetap tidak menyangka bahwa sejauh ini saya bisa terbang dan bertemu kembali Sorong hingga dua kali.. kalo ke Sorong ya berarti harus main ke Raja Ampatnya, dasar nasib baik ternyata diajak juga berlayar keliling kepulauan Raja Ampat, hehe..

berdasarkan cerita penduduk sana, alkisah ada seorang wanita yang berhasil menemukan 7 telur ajaib, 4 telur tersebar di pulau Waigeo, Salawati, Misool timur dan Barat. Telur-telur tersebut kemudian menetaskan manusia dan manusia-manusia itulah yang kemudian menjadi raja di wilayahnya, sementara 3 telur lainnya berubah menjadi ayam.. (boong deng, 3 telur lainnya ga masuk cerita)

waktu itu rombongan kami berlayar dari pkl 06.00 pagi, dan kemudian berkeliling pulau misool dan berhenti di Sorido Bay, disini

sudah dibangun resort cantik yang punya orang bule *ZLEBH* dan disediakan fasilitas diving buat pengunjung, tapi ngapain harus snorkeling wong saya masih bisa liat isinya dalem laut dari daratan kok.. hiu-hiu kecil, atau alga-alga dan batu karang cantik, masih bisa dinikmati dengan mata telanjang.. (alibi padahal ga punya duit) so how can i describe Raja Ampat?  Raja Ampat are really a world treasure and me? I’m just the lucky bastard.. Sorong itu (sekali lagi) panas, dan beda waktu 2jam dengan di bandung, gak Jet lag sih, cuma bingung aja karena harus nonton sinetron yang biasa ditonton jam 8, jadinya baru bisa diliat jam 10 malem, ditambah matahari disana munculnya cepet banget! Biaya hidup disana relatif mahal, harga kebutuhan hidup juga dua kali lipat dari harga di Pulau Jawa, hiburan ‘hedon’ disana ada tempat karoke keluarga dan supermarket yang cukup besar. Angkot disana disebutnya taksi, beda dengan angkot di Bandung, kursi penumpang dihadapkan ke depan, ga miring saling berhadapan antar penumpang.

Disini nih, untuk pertama kalinya liat yang namanya Koteka, temen-temen tau kan apa itu Koteka? Koteka merupakan pakaian adat penutup kelamin pria bagi para suku di Papua, warga suku pegunungan Jayawijaya menyebutnya Holim atau Horim, terbuat dari labu air yang isinya dibuang kemudian dikeringkan. Bentuk dan besar koteka berbeda-beda, hal ini bukan dikarenakan ukuran besar-kecilnya si kelamin pria tapi karena perbedaaan suku dan kepentingan yang menggunakannya. *serius* nah, untuk saat ini sih koteka jarang digunakan kecuali oleh suku dani, wamena atau asmat terpencil. Penggunaan koteka saat ini lebih kepada hiasan atau cenderamata, waktu itu saya membelinya dengan harga Rp. 180.000 dengan bentuk yang paling sederhana mirip wortel raksasa.

Selain koteka, cenderamata khas papua lainnya yang saya beli ya Noken, Noken merupakan tas yang terbuat dari serat kayu dan biasanya digunakan warga papua untuk mengangkut barang bawaaannya dengan menggantungkannya dikepala. Bentuknya mirip tas selempang gitu, kecil tapi kalo udah diisi barang bisa melebar dan sangat elastis, dulu orang papua menggunakannya untuk mengangkut hasil pertanian. Papua seru! Kalo ada rejeki, beneran ga nolak deh diajak main kesana (lagi)..  :)

February 2011

Jogjakarta

Pengalaman backpacking pertama kali yang beneran menakjubkan, pertama kalinya naik kereta Ekonomi 10 jam harga Rp. 24.000, pengalaman keliling Jogja naik bis, bebas makan apapun, liat Taman Sari yang (masih) cantik, ke Museum Vreedeburg yang bikin betah nontonin diorama-diorama jaman kemerdekaan, main ke Taman Budaya terus pulangnya beli buku di taman pintar, belanja di Mirota, sampe nyoba nongkrong di Mol Ambarukmo yang gede itu..

Taman sari yang cantik.

Dari sekian banyak tempat wisata di Jogja, cuma Taman sari ini yang bikin saya jatuh cinta banget.. Taman sari yang dibangun pada masa Sultan hamengku Buwono I adalah taman kerajaan Sutan Jogja dan keluarganya yang juga berfungsi sebagai tempat bersemedi dan peristirahatan Sultan beserta keluarganya. Kompleks yang terdiri dari kolam pemandian, kanal air, ruangan-ruangan khusus dan sebuah kolam yang besar ini terletak 0,5 km sebelah selatan Keraton Jogjakarta dan memiliki jalan rahasia menuju Keraton Jogjanya loh.. seru ya.. :)  Taman sari ini dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain bagian sakral, dimana terdapat ruangan dengan bagian yang menyendiri, khusus untuk bersemedi. Selain itu ada kolam pemandian, dengan dua kolam yang dipisahkan.. menurut cerita guide saya, dulu sultan punya banyak istri dan para istrinya itu mandi dikolam kedua, bila saat itu sultan ingin mandi dengan salah satu istrinya, maka sultan melempar bunga ke arah target atau cukup menunjuk saja salah satu istrinya kemudian sang istripun berenang lewat lorong bawah kolam memasuki kolam pertama dan terus mandi privat deh berdusa sama sultan, cihuy!! Terakhir adalah bagian Pulau Kenanga, yang terdiri dari lorong-lorong bawah tanah.. dua jempol buat taman sari, pokoknya mau main kesana lagi..

Benteng Vreedeburg

Awalnya pada tahun 1765, benteng ini bernama Benteng Rustenburg atau Benteng Peristirahatan, namun pada tahun 1788 benteng ini disempurnakan dan diganti namanya menjadi Benteng Vredeburg atau Benteng Perdamaian. Letaknya di sisi selatan Malioboro! Pokoknya abis belanja pulangnya harus mampir kesini.. Ceritanya pada awalnya benteng ini dibangun pemerintah Belanda untuk menahan serangan dari keraton Jogja, di benteng ini terdapat 4 menara pengawas di 4 sudut benteng, untuk mengawasi kegiatan sultan di keratonnya dulu. Di paling bawah ada museum perjuangan, isinya ada benda-benda bersejarah, foto-foto perjuangan dan diorama-diorama yang menggambarkan perjuangan sebelum proklamasi sampai masa Orde baru. Walaupun suasananya yang gelap dan mencekam tapi serius bikin betah, ada voice record yang menceritakan adegan di diorama dalam kaca. Seru deh!

Mirota Batik

Kalo ke Jogja, semua pasti mampir ke Mirota Batik ini ya.. saya sendiri mendapati tiga keunikan dari toko ini. Pertama nih, saya baru tau kalo nama mirota sendiri berasal dari nama usaha orang tua Pa Sulaiman Hamzah, the owner of Mirota Batik yaitu, Minuman dan Roti tawar yang disingkat menjadi Mirota. Kedua, yang menyita perhatian ya karyawannya yang mostly terdiri dari para pria ‘macho’, ketiga dari keramahan, wangi dupa, kostum pegawai sampai barang-barang yang dijualnya, Mirota Batik is simply uniqe and amazing :)

Juni 2011

Thailand

Hmm.. punya pengalaman internasional paling perdana, jadi salah satu peserta Indonesia dalam pertukaran budaya antara Indonesia dengan Thailand, bener-bener kasi banyak pelajaran mulai dari pola pikir dan motivasi diri. Terlalu banyak tempat wisata yang dikunjungi sampe-sampe lupa nama tempatnya. Tinggal selama 3bulan di Phitsanulok, kota kecil tengah Thailand, ada field-trip main ke tempat wisata, diajak 3 malem menjelajahi Chiang-Mai, dan 7 hari ngubek-ngubek Bangkok, belajar nari, menggambar, bahasa dan main alat musik tradisional Thailand, Khim. What can i say? I’m (still) the Lucky bastard.  Cerita tentang Thailand ini bakal saya bikin jadi narasi dengan keterangan lebih lengkap. Tunggu saja.. :)

November 2011

Kupang – Ende, Flores

Jadi ceritanya, Opa dari mama saya adalah orang Kupang yang menetap di Ende. Opa ketemu Oma saya dulu waktu di Surabaya, saat itu oma saya adalah seorang perawat rumah sakit Belanda. Mama sempat tinggal setahun di Ende sana, menikmati masa remaja dengan banyak makan babi, hehe.. Kunjungan November ini merupakan yang ketiga kalinya buat mama dan pertama kalinya buat saya. Kupang ini merupakan kota kecil yang kayanya kalo udah jam8 malem gelap krn kurangnya lampu penerangan jalan. Orang-orangnya sudah berwarna, maksudnya ga semua berkulit gelap. Banyak orang keturunan cina tinggal dan mencari nafkah disini. Ga banyak yang dieksplor disini, karena judulnya Cuma kunjungan sodara.

sementara itu, di Ende, Flores saya dapat kesempatan untuk tinggal 3malem. Disini beneran kerasa banget panasnya.. ga ngerti kenapa padahal Cuma diem doang tapi keringet ga berenti ngocor. Dalam rangka melayat kematian eyang, bukan liburan jadi kami mengikuti upacara kematian dari mulai ibadah penghiburan, penutupan peti sampai penguburan bersama-sama. Flores itu unik, karena dikelilingi gunung sementara berada di pesisir laut, jadi panasnya kerasa banget. Pemandangannya masih asri enak banget buat diliat, serius deh. Karena masih butuh 5jam perjalanan menuju danau 3 warna, Kelimutu yang terkenal itu jadi kunjungan kesanapun harus dibatalkan, tapi tetap terhibur dengan main ke pantai Pangajawa.

no picture for this point, hape saya kemalingan Natal 2011 kemarin, hiks.. :(

Desember 2011

Kuala Lumpur – Singapur – Bangkok – Hatyai

Kuala Lumpur

Sebenernya agak males nulis cerita tentang Kuala Lumpur, apalagi yang bisa diceritakan tentang mereka yang memanggil kita, saat itu dengan sebutan indon atau dalam bahasa kasar mereka artinya Jongos.. bangsat semua emang.. bencinya lagi yang ngatain kita itu supir taksi yang ngebentak saya waktu pintu taksinya rusak gabisa dibuka dan nyuru saya keluar dari pintu yang lain. Tapi lepas dari mereka yang ga sopan, tetep aja ya pembangunan di Malaysia maju pesat, kalah jauh dengan Indonesia, ga salah juga sih kalo mereka meremehkan kita, emang disana terkenalnya ya Indonesia aktif banget produksi TKI.

Singapore

Perlu diakui, negara bekas jajahan Inggris ini yang paling sukses di Asia Tenggara. Asli keren. Buat temen-temen kayanya negara ini wajib banget buat dikunjungi. Banyak artikel tentang Singapore dan semuanya menarik untuk disimak. Hedonismenya tingkat tinggi, bikin negara ini kayanya ga pernah tidur. Mungkin karena luas wilayahnya yang kecil, jadi memudahkan negara ini untuk mengatur kebersihan dan segala aspek penting dalam suatu negara. Pulau Santosanya yang terkonsep sangat matang dan sangat baik beneran cocok dijadikan tempat liburan dan senang-senang. Ga salah pokoknya konversi rupiah ke Dolar Singapur nilainya jadi jauuuhh banget.. Kapan ya Indonesia bisa sekeren Singapur? Bangunan tua peninggalan Inggrisnya betul-betul terawat dengan baik, kebersihannya bikin saya malu buang sampah sembarangan… harus nabung buat eksplor Singapur lebih jauh lagi nih..

Hatyai

Hat Yai, kota terbesar di propinsi Songkhla, terletak di selatan Thailand, berdekatan dengan Pattani yang marak dengan isu gonjang-ganjing para kaum Melayu disana yang selama puluhan tahun mengalami diskriminatif dari pemerintahan Thailand. Karena letaknya yang tidak jauh dari malaysia, warga disinipun sedikit-sedikit sudah mampu berkomunikasi menggunakan bahasa melayu, jadi buat teman-teman semua yang ingin ke Thailand tapi takut dengan bahasanya namun ingin puas berbelanja, Hat Yai ini adalah pilihan yang tepat. Kim Young market yang paling terkenal, semacam Pasar Baru kalo di Bandung. Penginapan diseputar wilayah ini juga sangat banyak dengan harga yang murah atau bahkan sangat ekonomis kalo teman-teman memilih guest house sebagai tempat menginap. Harganya tidak lebih dari 500baht atau Rp 150.000!! asik ya.. ayo dong tunggu apalagi, aksesnya mudah, kalian bisa berangkat dari Bangkok atau dari Kuala Lumpur menggunakan bus terhitung 10jam perjalanan termasuk cek barang dan paspor di imigrasi.. murah meriah menyenangkan..

Cerita Kereta

Gerbong itu seperti sarang semut yang mengumpulkan banyak nyawa didalamnya.
Kepulan asap rokok menyergap bagai mesin gun smoke yang ditembakkan untuk memberi kesan dramatis di panggung drama setiap kali pemeran utamanya muncul.

Dan Aku pemeran utamanya sekarang..

Masih tak bisa paham, bagaimana bisa kursi penumpang yang hanya muat 3 orang itu dengan tega diisi sampai 5 orang saling berdesakan untuk bisa sampai menuju Jogja yang memakan waktu hampir 10 jam lebih dengan kereta ekonomi ini.
Apa artinya uang 24.000 demi sedikit kenyamanan & keamanan selama. perjalanan mereka?

Aku duduk di kursi dekat mulut gerbong kereta.
Kursi yang cukup nyaman untuk 2 orang bertiket resmi, dan aku tidak mau berbagi kursi dengan penumpang gelap. Segera aku mengisi kursi dekat jendela. Sambutan aku dapat dari penjaga kursi. kecoa-kecoa kecil yang menyelinap tinggal di sela kaca jendela kereta.
Aku merinding geli, jijik. Untuk 2 jam pertama aku masih bersemangat bertarung membunuh mereka agar tidak mengganggu,, namun beberapa jam selanjutnya aku lebih memilih utk menyerah & membiasakan diri dengan kehadiran mereka.. :(

Dimulai dengan beberapa pria setengah baya yang menawarkan banyak macam minuman dingin didalam ember yg berisikan es batu kepada para penumpang. Apa yg membuatnya istimewa? Para pedagang itu mengangkat ember minumannya (yang aku perkirakan beratnya lebih dr 7kg) dan memanggul itu di bahu mereka. Mereka berjalan ditengah jalan sempit antar penumpang dan berteriak menawarkan.. Sedikit menyesal mengapa harus membeli minuman dingin di mini market sebelum pergi, uangnya akan jauh lebih berguna bila sampai ke tangan mereka daripada ke pemilik mini market franchise yang sudah menyebar di bnyak tempat itu..

Kereta pun berjalan dengan santai dan berhenti di setiap stasiun yang dilewatinya utk mengangkut banyak penumpang baru. Sekitar 10-20menit lamanya, macam ibu-ibu rumpi yang hendak ke pasar kemudian berhenti di tiap rumah kawannya untuk menagih uang arisan diselingi gosip. Angin dan asap rokok berputar di dalam gerbong ini kemudian bersenyawa menjadi oksigen-asap yang sangat baik bagi kesehatan.

Seorang kakek tua bungkuk dengan jas tebal usang bersuara serak dan lemah menawarkan kipas terbuat dari serutan kayu seharga 2000 rupiah dan tissue merk rossa seperti nama penyanyi seharga 1000 rupiah saja. Berapa uang yg ia harapkan dr penjualan kipasnya? Kasihan.. Kemana anak dan cucu kakek ini? Mengapa begitu tega membiarkan kakek tua ini berjuang melawan angin dingin dan sesak manusia di gerbong sempit ini?

Tak lama setelah kakek berlalu,,
Kini giliran suara nyaring wanita yg terdengar menawarkan aneka gorengan, telor asin, nasi rames dan sate dagingnya, seorang ibu bertubuh agak gempal mengangkut baskom besar isi aneka makanan diatas kepalanya. Seketika langsung teringat mamaku di rumah, Segigih ini pengorbanan wanita untuk mencari uang demi membantu suaminya utk menghidupi keluarga. Kasihan kepalanya menahan beban berat demi uang 4000 untuk sedikit nasi dan sate dagingnya. Mamaku juga berjualan, namun di tempat yang jauh lebih nyaman, Banyak syukur untuk keadaanku sampai sini.

Bocah berusia sekitar 16thn diantar ayahnya kemudian duduk di hadapanku. Setelah diberi beberapa nasehat dari ayahnya, Ia kemudian duduk sambil memangku ransel dan menutup jaketnya sebatas leher, ayahnya pergi dan membiarkannya duduk sebelahan dgn org asing. Tak lama Ia pun tertidur pulas. Tanpa disadari keringat mengucur deras, kepalanya sering terantuk ke kiri dan ke kanan dan mulutnya menganga lebar. Ia terbangun sekali untuk memperlihatkan tiketnya kepada petugas dan mengambil sesuatu dr tas-nya.
Balsem merah itu dioles di sekitar leher dan dadanya. Beberapa jam kemudian ia terjaga, kemudian menelan ludah berkali-kali dengan wajah meringis dan keringat membanjiri wajahnya, mungkin ia haus atau butuh tissue. Namun ia menolak ketika aku tawarkan minum atau tissue Rossa-ku. Kasihan.. Mungkin ia sendiri takut harus pergi sendirian ke kota orang.

Di seberang kursi yg masih terjangkau dari penglihatanku, tampak jelas seorang anak kecil sekitar kelas 2SD baru terbangun dr tidurnya di sudut kursi kereta. Ia kemudian membangunkan ibunya yg duduk disebelahnya, tak lama sang ibu mengeluarkan plastik hitam dr tasnya, anak itu mengambil,mengorek dr plastik itu dan menyuapkan sesuatu ke dalam mulutnya. Ternyata ia lapar. Ia makan dengan lahap nasi putih dalam plastik hitam dan mengigit sedikit-sedikit potongan ayam yg ibunya sediakan bersama nasinya. Sesederhana itu seorang anak tanpa banyak menuntut menikmati makan malamnya..

Kereta ekonomi ini berjalan lambat.
Selambat ucapan syukur dan kesadaran yang aku miliki tentang betapa kehidupanku sekarang ini adalah kenikmatan yang sangat luar biasa..

Pagi ini pukul 06.13 kereta tiba di stasiun Lempuyangan,Jogja.. Udara dinginnya menyambutku..
Kegembiraan yang tidak pernah hilang tiap kali aku menginjak tanah sultan ini..
Jogja indah :)

(31.01.11)

dua puluh dua

Barangkali aku lupa
tapi yang kutau,
bayang-bayang yang mengejar kesempurnaan,,
dan selalu terhenti pada batas antara harapan dan kecewa..

Namun akhirnya, apapun yang terjadi,,
dengan pasrah terpaksa menerima..

Waktu begitu berarti ,
tiap hari menantinya..
berharap selalu ada kisah yang baik dibaliknya..
sesekali mencari dalam redup mata sayu..

22 tahun
tak tau jadi apa..
masih jauh perjalanan

Adakah dia yang berdiri dalam remang sisi yang paling dalam?
Hampir dapat kusentuh?
pertanyaan-pertanyaan sentiasa akan abadi..                                                                                                  .

Rindu itu

Jika rindu itu datang,
menjelajahi sukma ini..
tekankan aku ke pusat bayanganmu,,
agar aku senantiasa tentram..

Jika rindu itu menjelma,
mengekang jiwa ini..
bawa aku ke angkasa tempatmu ada,
agar aku bisa lengkap dalam ketiadaanmu..

ingin aku mengecup jauhmu..
namun nyata aku tak mampu..

Sudahlah,,
Baiknya kita tutup saja cerita ini
Hanya berakhir pada selubung gelap milik mimpi
Hanya menggali semu tanpa tepi..

Mungkin ada yang tersia,,
Untaian masa yang terburai hampa
Tentang rasa yang ada namun tak berdaya
Atau tentang rindu yang tak terjejak, tak terpeta..

Tak peduli aku berteriak sekuat tenaga..
Ada hening yang menulikan di seberang sana
Ada jarak tak bertepi terbentang tanpa arah
Ada aral yang berkeras tanpa bantah
Tersisa gegap nyeri yang berserah..

Segala harapan terpanjat untukmu..
Sementara kubiarkan rasa ini sampai jemu
Merengkuh hening ketika merindu..

16.02.10 01:37

Ketika Senja Lepaskan Bintang

Ketika senja lepaskan bintang
Sementara anginnya berhembus tenang
Kembali rindu ini datang
Menikam dari setiap sudut dan ruang..

Sekali lagi bercerita tentang rindu
Yang detaknya sungguh tak menentu..

Tentang sejuta pesona dan kesempurnaannya yang tak pernah berlalu
Melagu setiap waktu di bawah bulan biru..

Dalam matanya ada keteduhan yang menyerta

Membuat nafas ini tak mampu lagi ciptakan kata

Dan aku memujanya..

10.03.10 – 02.00                                                                                                                                                                                                                                                                                                 

Maaf, Pengemis

Amarah itu membakarmu sampai hangus, hanya debu tanpa asa tersisa tandus
Rasanya mematikanmu sampai ke sendi hingga kau tak mampu lagi berdiri
Sakitnya tak terucapkan, hancurnya tak tertahankan.
Lemahnya kau rasakan, hanya keajaiban yang dapat menyembuhkan.
Kau gelisah tanpa ragu, namun tak ada dayamu.

Memaafkan itu ibarat kau memberikan uangmu bagi seorang pengemis miskin untuknya membeli makan, saat itu ibamu memuncak dan hatimu yang besar kemudian memuliakanmu. Namun keesokan harinya kau dengar bahwa si pengemis itu menggunakan uangnya untuk membeli lotere dan keberuntungan menjejalinya dengan uang ratusan juta.  Emosimu bergolak, kau memberinya uang untuk membeli makan, bukan untuk membeli lotere, lepas dari keberuntungannya kau tetap merasa ini tidak beres. Dengan bangga kemudian kau membuat pengumuman bahwa keberuntungan si pengemis adalah semata-mata karena kasihmu yang berandil. Kau cemburu, kau kini minta bagianmu kembali. Pernahkah kau coba mengerti perasaan si pengemis?

Memaafkan itu keikhlasan. Bagi si pengemis kesalahan yang sudah membuatnya sampai jatuh miskin sudah cukup menyiksanya, ketololan masa lalu yang berdampak panjang hingga masa tuanya menjadi manusia tak berguna. Dan apakah salah ketika sedikit pengharapan itu muncul dari selembar kertas lotere yang kemudian dapat merubah total kepribadiannya menjadi lebih berguna daripada hanya sekedar meminta-minta? Pengemis itu mungkin salah, tapi si pemberi juga lantas tidak menjadi benar, ia tetap ingin melihat si pengemis itu hancur.

Ratusan makian, cibiran sinis dan fitnahan penuh caci tampaknya tak cukup untuk si pengemis, ia tetaplah harus membayar ganti rugi atas kesalahan masa lalunya. Penghakiman dari banyak pihak masih terus depan mukanya, termasuk hujaman yang kau beri.  Aku tau manusia bersalah setiap hari, namun pengecualian bagi si pengemis, kau harus menghitungnya ganda.

Lalu bagaimana denganmu? Adakah besar hatimu untuk memaafkan si pengemis? Adakah ikhlas jiwamu melihatnya bahagia tanpa harus mengemis lagi padamu? Seorang pengasih yang sudah memiliki segalanya, kekayaan jiwa dan raga. Bukankah kau sudah mengerjakan apa yang menjadi bagianmu? Lalu akankah puas hatimu melihat dia kembali jatuh dan terseok dijalanan? Sampai dimana kepuasanmu berada?

si pengemis kembali mengemis (iba). biarkan ia hidup dengan kekayaan dari loterenya, lotere yang tak pernah ia duga akan ia dapatkan. Lotere yang memberinya kesempatan untuk menata kehidupan barunya tanpa ingin mengulangi kesalahan dungu yang pernah ia perbuat di masa lalu. Lotere yang akan ia gunakan sebaik mungkin agar sungguh dapat menghasilkan hal yang baik. Lotere yang memberinya kesempatan.

Tutup amarahmu, lepaskan ikhlasmu.. biarkan perihmu terbalut kasa, agar nyerinya tak lagi kau rasa..

Karena saat waktunya nanti, tuaian kebaikanmu akan berbuah manis dan buah taburan kesakitanmu jelas menunggu. Kau hanya tinggal tinggal menyaksikan dan kemudian tersenyum puas.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.